Senin, 16 Februari 2015

EROSI TANAH

Jenis, Penyebab, & Dampak Erosi Tanah

Erosi tanah adalah proses geologis dimana partikel tanah terpisah dan diangkut oleh berbagai agen-agen erosi. Agen-agen erosi ini meliputi air, angin, gletser, dan gravitasi.

Erosi tanah juga dapat terjadi karena dipicu oleh berbagai fenomena alam yang terjadi di planet bumi ini, contohnya seperti longsor yang disebabkan gempa bumi.


Jenis-Jenis Erosi Tanah


Jenis erosi tanah dikategorikan berdasarkan agen yang memicu erosi. Berikut dibawah ini adalah 4 jenis utama erosi tanah:
  • Erosi Air : Erosi air sering terlihat di banyak bagian dunia. Aliran air adalah penyebab erosi tanah yang paling umum. Ini meliputi sungai yang mengikis daerah aliran sungai, air hujan yang mengikis berbagai bentang alam, serta gelombang laut yang mengikis wilayah pesisir. Air mengikis dan mengangkut partikel tanah dari ketinggian yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.

  • Erosi Angin : Erosi angin biasa terjadi di tempat kering dimana angin kencang melewati berbagai bentang alam, melonggarkan partikel tanah, yang kemudian terkikis dan terangkut oleh angin kencang tersebut. Contoh struktur yang terbentuk secara alami oleh erosi angin adalah batu jamur, yang biasa ditemukan di padang pasir.

  • Erosi Glasial : Erosi glasial adalah erosi yang disebabkan es. Erosi glasial ini biasa terjadi di daerah dingin yang tinggi. Ketika tanah bersentuhan dengan es yang bergerak, tanah menempel pada dasar gletser tersebut. Tanah yang menempel itu diangkut oleh gletser, dan ketika gletser mulai mencair tanah yang diangkut tersebut tertinggal di jalur bongkahan es bergerak tersebut.

  • Erosi Gravitasi : Meskipun erosi gravitasi tidak umum seperti erosi air, erosi ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada alam, serta struktur-struktur buatan manusia. Pada dasarnya erosi gravitasi adalah gerakan massa tanah yang diakibatkan oleh gaya gravitasi. Contoh terbaik untuk erosi gravitasi adalah tanah longsor.


Apa Penyebab Erosi Tanah?


Tidak ada penyebab utama erosi tanah, proses erosi tanah melibatkan banyak faktor, beberapa disebabkan oleh alam dan beberapa disebabkan oleh manusia


Erosi Tanah Disebabkan Ulah Manusia

Exploitasi alam yang dilakukan oleh manusia merupakan salah satu penyebab erosi tanah, yang terus meningkat selama satu dekade terakhir ini.

Aktivitas manusia, seperti sistem pertanian yang buruk, deforestasi atau penggundulan hutan, pembukaan lahan untuk keperluan pertanian & konstruksi, konstruksi bendungan & pengalihan alur sungai, serta penambangan hanyalah sebagian dari berbagai aktivitas manusia yang secara langsung atau tidak langsung merusak alam, sehingga membuat alam lebih rentan terhadap erosi.


Penyebab-Penyebab Alami Erosi Tanah
  • Kemiringan lereng
    Kemiringan lereng adalah faktor penting dalam erosi tanah. Lebih curam kemiringannya, lebih tinggi kemungkinan terjadi erosi. Faktor ini memiliki peran penting dalam erosi air, erosi glasial, dan erosi gravitasi.

  • Karakteristik Tanah
    Kerentanan tanah terhadap erosi juga bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi tanah tersebut. Jenis tanah berbeda memiliki karakteristik yang berbeda juga. Tekstur, struktur, kemampuan retensi air, dll memiliki peran penting dalam menentukan apakah tanah rentan terhadap erosi. Faktor ini berpengaruh pada semua jenis erosi yang telah disebutkan diatas.

  • Aliran air
    Siklus hidrologi terutama aliran di permukaan dan aliran bawah tanah memainkan peran penting dalam erosi tanah. Variasi dalam kecepatan dan jenis aliran mempengaruhi gradien erosi tanah. Faktor ini mempengaruhi erosi air dan terkadang erosi glasial.

  • Iklim
    Iklim menentukan tingkat curah hujan dan kecepatan angin. Curah hujan yang lebih tinggi berarti meningkatnya aliran air di permukaan, meningkatnya aliran air berarti daerah lebih rawan terhadap erosi. Demikian pula kecepatan angin yang lebih tinggi menyebabkan daerah lebih rentan terhadap erosi. Faktor iklim mempengaruhi erosi angin dan erosi air.


Dampak Erosi Tanah


Erosi tanah menyebabkan terbentuknya struktur topologi baru karena perpindahan partikel tanah. Vegetasi daerah terpengaruh akibat terjadinya erosi tanah, karena tanah menjadi lebih lapuk sehingga produktivitas dan kesuburan lahan menjadi berkurang. Kadar air dan mineral juga berkurang sehingga sulit dilakukan aktivitas pertanian pada lahan.

Selain itu erosi tanah juga dapat memakan korban jiwa, seperti tanah longsor yang mungkin menimpa salah satu dari kita.

Semua proses geografis yang terjadi di bumi ini semuanya saling berkaitan, dan sedikit perubahan pada satu faktor akan menghasilkan efek domino pada puluhan proses lainnya, yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan satu sama lain.

Sudah saatnya kita semua perlu memahami konsep erosi tanah, dan memulai konservasi tanah & pengendalian erosi. Kita sudah memiliki masalah perubahan iklim dan pemanasan global, tentunya tidak ingin menambah masalah lain lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar